Sabtu, 11 Januari 2014

DAMPAK PENCEMARAN AIR LAUT AKIBAT TUMPAHAN MINYAK


DAMPAK PENCEMARAN AIR LAUT AKIBAT TUMPAHAN MINYAK
PENDAHULUAN
Indonesia kaya akan sumber daya alam yang dimilikinya. Sumber daya alam yang meliputi sumber daya alam hayati maupun non hayati dan sumber daya alam yang dapat diperbaharui maupun sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Sumber daya alam adalah lingkungan alam (environment) yang memiliki nilai untuk memenuhi kebutuhan manusia (Rita, 2010).
Kekayaan alam di Indonesia terbentuk dari beberapa faktor. Dari segi astronomi, Indonesia berada pada daerah tropis yang memiliki curah hujan sangat cukup sehingga banyak ragam dan jenis tumbuhan yang tumbuh secara cepat. Dari segi geologi, Indonesia tepat berada pada titik pergerakan lempeng tektonik sehingga banyak terbentuk pegunungan yang kayak akan mineral. Dari segi perairan di Indonesia yang kaya akan sumber daya alam hayati dan hewani, seperti ikan, minyak bumi, dan mineral yang terkandung didalamnya.     Berdasarkan Peraturan Pemerintah (selanjutnya disebut PP) No.19/1999 tentang “Pencemaran Laut” diartikan sebagai masuknya/dimasukkannya makhluk hidup, zat energi dan atau komponen lain kedalam lingkungan laut oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan laut tidak sesuai lagi dengan baku mutu atau fungsinya.
Laut merupakan suatu ekosistem yang kaya akan sumber daya alam termasuk keanekaragaman sumber daya hayati yang dimanfaatkan untuk manusia. Sebagaimana diketahui bahwa 70% permukaan bumi didominasi oleh perairan atau lautan. Kehidupan manusia di bumi ini sangat bergantung pada lautan, sehingga manusia harus menjaga kebersihan dan kelangsungan kehidupan organisme yang hidup di dalamnya. Berbagai jenis sumber daya yang terdapat di laut, seperti berbagai jenis ikan, terumbu karang, mangrove, rumput laut, mineral, minyak bumi, dan berbagai jenis bahan tambang yang terdapat di dalamnya.
Selain untuk keberlangsungan hidup manusia, laut juga merupakan tempat pembuangan sampah dan pengendapan barang sisa yang diproduksi manusia. Lautan juga menerima bahan-bahan yang terbawa oleh air yang mengakibatkan pencemaran itu terjadi, diantaranya dari limbah rumah tangga, sampah, buangan dari kapal, dan tumpahan minyak dari kapal tanker. Namun, pencemaran yang sering terjadi adalah tumpahan minyak baik dari proses di kapal, pengeboran lepas pantai, maupun akibat kecelakaan kapal.

PEMBAHASAN
Pencemaran laut diartikan sebagai adanya kotoran atau hasil buangan aktivitas makhluk hidup yang masuk ke daerah laut. Pencemaran lingkungan laut merupakan masalah yang dihadapi oleh masyarakat bangsa-bangsa. Pengaruhnya dapat menjangkau seluruh aktifitas manusia di laut dan karena sifat laut yang berbeda dengan darat, maka masalah pencemaran laut dapat mempengaruhi semua negara pantai baik yang sedang berkembang maupun negara-negara maju, sehingga perlu disadari bahwa semua negara pantai mempunyai kepentingan terhadap masalah pencemaran laut. Sumber dari pencemaran laut ini antara lain adalah tumpahan minyak, sisa damparan amunisi perang, buangan sampah dari transportasi darat melalui sungai, emisi trasportasi laut dan buangan pestisida dari pertanian. Namun, sumber utama pencemaran lebih sering terjadi pada tumpahnya minyak dari kapal tanker. Hasil ekspoitasi minyak bumi diangkut oleh kapal tanker ke tempat pengolahan minyak bumi (crude oil). Pencemaran minyak bumi dilepas pantai bisa diakibatkan oleh sistem penampungan yang bocor, atau kapal yang tenggelam yang menyebabkan lepasnya crude oil ke badan perairan (laut lepas). Dampak dari lepasnya crude oil di perairan lepas pantai mengakibatkan limbah tersebut dapat tersebar tergantung kepada gelombang air laut. Penyebaran limbah tersebut dapat berdampak pada beberapa negara. Dampak yang terjadi akibat dari pencemaran tersebut adalah tertutupnya lapisan permukaan laut yang dapat menyebabkan penetrasi matahari berkurang, menyebabkan proses fotosintesis terganggu, pengikatan oksigen terganggu, dan dapat menyebabkan kematian.
Menurut Benny 2002, pencemaran minyak di laut berasal dari:
1.    Operasi Kapal Tanker
2.    Docking (Perbaikan/Perawatan Kapal)
3.    Terminal Bongkar Muat Tengah Laut
4.    Tanki Ballast dan Tanki Bahan Bakar
5.    Scrapping Kapal (pemotongan badan kapal untuk menjadi besi tua)
6.    Kecelakaan Tanker (kebocoran lambung, kandas, ledakan, kebakaran dan tabrakan)
7.    Sumber di Darat (minyak pelumas bekas, atau cairan yang mengandung hydrocarbon ( perkantoran & industri )
8.    Tempat Pembersihan (dari limbah pembuangan Refinery )
Pengaruhminyakpadabiotalaut
Menurut Furkhon 2010, tumpahan minyak yang tejadi di laut terbagi kedalam dua tipe, minyak yang larut dalam air dan akan mengapung pada permukaan air dan minyak yang tenggelam dan terakumulasi di dalam sedimen sebagai deposit hitam pada pasir dan batuan-batuan di pantai. Minyak yang mengapung pada permukaan air tentu dapat menyebabkan air berwarna hitam dan akan menggangu organisme yang berada pada permukaan perairan, tentu akan mengurangi intensitas cahaya matahari yang akan digunakan oleh fitoplankton untuk berfotosintesis, dan dapat memutus rantai makanan pada daerah tersebut, jika hal demikian terjadi, maka secara langsung akan mengurangi laju produktivitas primer pada daerah tersebut karena terhambatnya fitoplankton untuk berfotosintesis.
Sementara pada minyak yang tenggelam dan terakumulasi di dalam sedimen sebagai deposit hitam pada pasir dan batuan-batuan di pantai, akan mengganggu organisme interstitial maupun organime intertidal, organisme intertidal merupakan organisme yang hidupnya berada pada daerah pasang surut, efeknya adalah ketika minyak tersebut sampai ke pada bibir pantai, maka organisme yang rentan terhadap minyak seperti kepiting, amenon, moluska dan lainnya akan mengalami hambatan pertumbuhan, bahkan dapat mengalami kematian. Namun pada daerah intertidal ini, walaupun dampak awalnya sangat hebat seperti kematian dan berkurangnya spesies, tumpahan minyak akan cepat mengalami pembersihan secara alami karena pada daerah pasang surut umumnya dapat pulih dengan cepat ketika gelombang membersihkan area yang terkontaminasi minyak dengan sangat cepat. Sementara pada organisme interstitial yaitu, organisme yang mendiami ruang yang sangat sempit di antara butir-butir pasir tentu akan terkena dampaknya juga, karena minyak-minyak tersebut akan terakumulasi dan terendap pada dasar perairan seperti pasir dan batu-batuan, dan hal ini akan mempengaruhi tingkah laku, reproduksi, dan pertumbuhan dan perkembangan hewan yang mendiami daerah tersebut.
Perilaku Minyak di Laut
Senyawa Hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi berupa benzene, touleuna, ethylbenzen, dan isomer xylena, dikenal sebagai BTEX, merupakan komponen utama dalam minyak bumi, bersifat mutagenic dan karsinogenik pada manusia. Senyawa ini bersifat rekalsitran, yang artinya sulit mengalami perombakan di alam, baik di air maupun didarat, sehingga hal ini akan mengalami proses biomagnetion pada ikan ataupun pada biota laut lain. Bila senyawa aromatic tersebut masuk ke dalam darah, akan diserap oleh jaringan lemak dan akan mengalami oksidasi dalam hati membentuk phenol, kemudian pada proses berikutnya terjadi reaksi konjugasi membentuk senyawa glucuride yang larut dalam air, kemudian masuk ke ginjal (Kompas, 2004).
“Ketika minyak masuk ke lingkungan laut, maka minyak tersebut dengan segera akan mengalami perubahan secara fisik dan kimia. Diantaran proses tersebut adalah membentuk lapisan ( slick formation ), menyebar (dissolution), menguap (evaporation), polimerasi (polymerization), emulsifikasi (emulsification), emulsi air dalam minyak ( water in oil emulsions ), emulsi minyak dalam air (oil in water emulsions), fotooksida, biodegradasi mikorba, sedimentasi, dicerna oleh planton dan bentukan gumpalan” (Mukhstasor, 2007).
Hampir semua tumpahan minyak di lingkungan laut dapat dengan segera membentuk sebuah lapisan tipis di permukaan. Hal ini dikarenakan minyak tersebut digerakkan oleh pergerakan angin, gelombang dan arus, selain gaya gravitasi dan tegangan permukaan. Beberapa hidrokarbon minyak bersifat mudah menguap, dan cepat menguap. Proses penyebaran minyak akan menyebarkan lapisan menjadi tipis serta tingkat penguapan meningkat.
Hilangnya sebagian material yang mudah menguap tersebut membuat minyak lebih padat/ berat dan membuatnya tenggelam. Komponen hidrokarbon yang terlarut dalam air laut, akan membuat lapisan lebih tebal dan melekat, dan turbulensi air akan menyebabkan emulsi air dalam minyak atau minyak dalam air. Ketika semua terjadi, reaksi fotokimia dapat mengubah karakter minyak dan akan terjadi biodegradasi oleh mikroba yang akan mengurangi jumlah minyak.
Proses pembentukan lapisan minyak yang begitu cepat, ditambah dengan penguapan komponen dan penyebaran komponen hidrokarbon akan mengurangi volume tumpahan sebanyak 50% selama beberapa hari sejak pertama kali minyak tersebut tumpah. Produk kilang minyak, seperti gasoline atau kerosin hamper semua lenyap, sebaliknya minyak mentah dengan viskositas yang tinggi hanya mengalami pengurangan kurang dari 25%.
Dampak dari Pencemaran Minyak di Laut
Komponen minyak yang tidak dapat larut di dalam air akan mengapung yang menyebabkan air laut berwarna hitam. Beberapa komponen minyak tenggelam dan terakumulasi di dalam sedimen sebagai deposit hitam pada pasir dan batuan-batuan di pantai. Komponen hidrokarbon yang bersifat toksik berpengaruh pada reproduksi, perkembangan, pertumbuhan, dan perilaku biota laut, terutama pada plankton, bahkan dapat mematikan ikan, dengan sendirinya dapat menurunkan produksi ikan. Proses emulsifikasi merupakan sumber mortalitas bagi organisme, terutama pada telur, larva, dan perkembangan embrio karena pada tahap ini sangat rentan pada lingkungan tercemar (Fakhrudin, 2004). Bahwa dampak-dampak yang disebabkan oleh pencemaran minyak di laut adalah akibat jangka pendek dan akibat jangka panjang.
1.    Akibat jangka pendek
Molekul hidrokarbon minyak dapat merusak membran sel biota laut, mengakibatkan keluarnya cairan sel dan berpenetrasinya bahan tersebut ke dalam sel. Berbagai jenis udang dan ikan akan beraroma dan berbau minyak, sehingga menurun mutunya. Secara langsung minyak menyebabkan kematian pada ikan karena kekurangan oksigen, keracunan karbon dioksida, dan keracunan langsung oleh bahan berbahaya.
2.    Akibat jangka panjang
Lebih banyak mengancam biota muda. Minyak di dalam laut dapat termakan oleh biota laut. Sebagian senyawa minyak dapat dikeluarkan bersama-sama makanan, sedang sebagian lagi dapat terakumulasi dalam senyawa lemak dan protein. Sifat akumulasi ini dapat dipindahkan dari organisma satu ke organisma lain melalui rantai makanan. Jadi, akumulasi minyak di dalam zooplankton dapat berpindah ke ikan pemangsanya. Demikian seterusnya bila ikan tersebut dimakan ikan yang lebih besar, hewan-hewan laut lainnya, dan bahkan manusia. Secara tidak langsung, pencemaran laut akibat minyak mentah dengan susunannya yang kompleks dapat membinasakan kekayaan laut dan mengganggu kesuburan lumpur di dasar laut. Ikan yang hidup di sekeliling laut akan tercemar atau mati dan banyak pula yang bermigrasi ke daerah lain.
Minyak yang tergenang di atas permukaan laut akan menghalangi masuknya sinar matahari sampai ke lapisan air dimana ikan berkembang biak. Menurut Fakhrudin (2004), lapisan minyak juga akan menghalangi pertukaran gas dari atmosfer dan mengurangi kelarutan oksigen yang akhirnya sampai pada tingkat tidak cukup untuk mendukung bentuk kehidupan laut yang aerob. Lapisan minyak yang tergenang tersebut juga akan mempengarungi pertumbuhan rumput laut , lamun dan tumbuhan laut lainnya jika menempel pada permukaan daunnya, karena dapat mengganggu proses metabolisme pada tumbuhan tersebut seperti respirasi, selain itu juga akan menghambat terjadinya proses fotosintesis karena lapisan minyak di permukaan laut akan menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam zona euphotik, sehingga rantai makanan yang berawal pada phytoplankton akan terputus. Jika lapisan minyak tersebut tenggelam dan menutupi substrat, selain akan mematikan organisme benthos juga akan terjadi perbusukan akar pada tumbuhan laut yang ada.
Pencemaran minyak di laut juga merusak ekosistem mangrove. Minyak tersebut berpengaruh terhadap sistem perakaran mangrove yang berfungsi dalam pertukaran CO2 dan O2, dimana akar tersebut akan tertutup minyak sehingga kadar oksigen dalam akar berkurang. Jika minyak mengendap dalam waktu yang cukup lama akan menyebabkan pembusukan pada akar mangrove yang mengakibatkan kematian pada tumbuhan mangrove tersebut. Tumpahan minyak juga akan menyebabkan kematian fauna-fauna yang hidup berasosiasi dengan hutan mangrove seperti moluska, kepiting, ikan, udang, dan biota lainnya.
Usaha untuk menjaga pencemaran laut
1)    Angkat sampah-sampah dan benda-benda bekas dari area laut.
2)    Tidak membuang puntung rokok ke laut saat berada di kapal.
3)    Menggunakan barang-barang yang bisa di daur ulang.
4)    Mengurangi pembelian produk yang menggunakan bahan plastik.
5)    Mendaur ulang sampah yang bisa di daur ulang.










KESIMPULAN
Pencemaran laut terjadi apabila dimasukkannya oleh manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung, sesuatu benda, zat atau energi ke dalam lingkungan laut, sehingga menimbulkan akibat sedemikian rupa kepada alam dan membahayakan kesehatan serta kehidupan manusia dan ekosistem serta merugikan lingkungan yang baik dan fungsi laut sebagaimana mestinya. Tumpahan minyak menjadi penyebab utama pencemaran laut. Minyak yang tumpah diakibatkan oleh operasi kapal tanker, docking (perbaikan/perawatan kapal), terminal bongkar muat tengah laut, tanki ballast dan tanki bahan bakar, scrapping kapal (pemotongan badan kapal untuk menjadi besi tua), kecelakaan tanker (kebocoran lambung, kandas, ledakan, kebakaran dan tabrakan), sumber di darat (minyak pelumas bekas, atau cairan yang mengandung hydrocarbon ( perkantoran & industri ), dan tempat pembersihan (dari limbah pembuangan Refinery ).











DAFTAR PUSTAKA
Fakhruddin.2004.Dampak Tumpahan Minyak Pada Biota Laut. Jakarta : Kompas
Furkhon.2010. Analisis Pencemaran Laut Akibat Tumpahan Minyak di Laut.     Bandung : Unpad
Hanafie, Rita. 2010. Pengantar Ekonomi Pertanian. Yogyakarta : C.V. Andi     Offset
Hartanto, Benny. 2008. Oil Spill (Tumpahan Minyak) Di Laut Dan Beberapa     Kasus di Indonesia. Yogyakarta : Bahari Jogja

Jumat, 10 Januari 2014

Pengalaman Liburan Semester



Pengalaman Liburan Semester

Pengalaman paling menyenangkan saya Di saat liburan sekolah ,saya dan teman teman saya pergi berlibur ke rumah orang tua teman saya yang terletak di kabupaten kupang tepatnya di desa Bipolo.kami ingin segera sampai di tujuan tersebut dan kami pun memutuskan untuk pergi kesana menggunakan angkutan umum ( bus ) agar cepat sampai tujuan .
saat perjalanan menuju rumah teman saya ,saya membeli oleh oleh dulu untuk orang tua teman saya .
sore itu saat kami sampai di tujuan ,kami pun langsung menuju rumah teman saya dan saat masuk ke rumah nya kami langsung bersalaman kepada orang tua teman saya yang sudah menunggu di rumah nya dan kami pun langsung memberikan oleh oleh yang tadi di beli di perjalanan .dan kami pun istirahat dulu sejenak dan meminun segelas teh yang di seduh dengan air dingin ..

setelah cukup beristirahat ,kami langsung menuju ke persawahan milik teman saya dan disana saya dan teman teman saya menikmati pemandangan alam yang indah menakjubkan ,karena udara nya masih sejuk dan hamparan sawah pun masih luas dan sungai sungai pun air nya masih mengalir jernih .kami pun tidak sia sia karena telah di ajak oleh seorang teman saya untuk berlibur ke kampung halaman nya itu ..

saat sore menjelang maghrib tiba ,kami bergegas untuk kembali pulang .dan kami tidak lupa untuk berpamitan kepada orang tua teman saya ..
SELESAI ..                 

BANGGA MENJADI MAHASISWA PERTANIAN JURUSAN AGRIBISNIS



BANGGA MENJADI MAHASISWA PERTANIAN JURUSAN AGRIBISNIS

Nama saya Apolonaris Farani. saya sangat menyukai kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pertanian,saya senang bercocok tanam.
Dalam hidup saya, saya berkeinginan untuk melakukan sesuatu yang berdampak positif dalam bidang pertanian. Setelah selesai SLTA, saya ingin melanjutkan pendidikan saya di suatu perguruan tinggi negri. Oleh karna itu saya berusaha untuk melanjutkan pendidikan saya dan akhirnya saya bisa duduk di bangku perguruan tinggi, setelah itu saya memilih Fakultas pertanian sebagai tempat untuk memperoleh banyak pengetahuan yang berhubungan dengan pertanian
Saya memilih jurusan agribisnis karena di jurusan tersebut bukan saja mendapat banyak pengetahuan yang berhubungan dengan pertanian, tetapi saya juga mendapat pengtahuan agar dapat membuka suatu usaha dalam bidang pertanian yang saya peroleh diantara nya bagaimana cara mengolah tanaman yang baik, bagaimana cara menjaga dan memelihara tanaman, hingga sampai pada membuka suatu usaha dibidang pertanian.
Karena begitu banyak pengetahuan yang saya peroleh sehingga saya sangat bangga bisa menjadi salah satu bagian dari Agribisnis .

proposal penelitian sementara



PERSEPSI PETANI TERHADAP PADI SAWAH VARIETAS INPARI 6 JETE.YANG DIUSAHAKAN DI KABUPATEN KUPANG



Bab I
Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Salah satu sector yang diprioritaskan dalam pembangunan nasional adalah sector pertanian.Pembangunan pertanian bertujuan untuk menigkatkan produksi,memantapkan swasembada pangan,sekaligus kesejateraan masyarakat.usaha untuk pemenuhan kebutuhan rakyat dilakukan melalui program: 1.intensifikasi , 2. Ekstensifikasi,3.Difersifikasi dan yang ke 4.Rehabilitasi.
Secara klimatologis,Nusa Tenggara Timur ( NTT )merupakan salah satu kawasan yang tergolong beriklim kering ( semi arid) dengan musim kemarau 8 bulan dan empat bulan musim hujan, suhu udara berkisar antara 19oC-38oC,sebagai daerah kepulauan dengan topografi yang berbukit-bukit dan sifat tanah yang mudah lonsor sehingga didaerah ini cukup sulit untuk mengembangkan usaha manukultur.Walaupun potensi sumberdaya alam yang kurang menguntungkan,namun sektor pertanian tetap di pertahankan dengan berbagai upaya diantaranya melalui penanaman jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi di Wilayah Nusa Tenggara Timur.

Jenis tanaman pokok yang umumnya diusahakan pada lahan kering di Nusa Tenggara Timur adalah Padi, jagung, sorgum, Kacang-kacangngan, dan umbi-umbian.salah satu jenis tanaman pangan yang benyak di usahakan di NTT adalah tanaman Padi sawah.

Padi sawah (Oryza sativa ) merupakan bahan pangan penting sumber karbohidrat utama.peranannya sebagai salah satu makanan pokok NusaTenggara Timur yang makin hari terasa penting karena mengandung nilai gisi dan energy yang cukup bagi ketahanan tubuh manusia.secara agroekologi tanaman ini sangat sesuai dengan keadaan iklim di wilayah NTT sehingga muncul banyak varietas sebagai akibat dari daya adaptasi terhadap lingkungan setempat.
Ditinjau dari pengguaan varietas, pmerintah daerah NTT telah banyak mengintroduksi jenis varietas padi sawah yaitu IR 64,Memberamo, Inpari 10, Inpari 6 jate dari varietas ciherang.dari varietas – varietas ini petani selalu menggunakan  varietas inpari 6 jite.Hal ini disebabkan padi sawah varietas ini tahan terhadap serangan hama penyakit,tekstur nasinya sangat pulen dan enak, produktivitasnya sangat
Tinggi serta secara iklim lebih cocok di budidayakan di daerah NTTdi bandingkan dengan varietas – varietas lainnya.
     Kabupaten kupang merupakan salah atu kabupaten di NTT dengan jumlah penduduk 304 548 jiwa serta memilki luas wilayah 5 490,97 km2 dimana sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian yaitu pertanian tanaman pangan.salah satu jenis usahatani yang dikembangkan dikabupaten ini adalah padis sawah.
     Dari keenam varietas unggul yang dikemukakan di atas paling banyak diusahakan petani adalah varietas inpari 6 jete,fenomena yang demikian menimbulkan pertanyaan apa keunggulani varietas ini sehingga banyak petani yang berminat untuk mengusahakannya,untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui “Persepsi Petani Terhadap Padi Sawah Varietas Inpari 6 Jete.Yang Diusahakan Di Kabupaten Kupang”.



1.2.Perumusan Masalah
Berdasarakan uraian latar belakang diatas, maka permasalahan penelitian yang perlu dikaji adalah :
1.       Bagai mana persepsi petani terhadap padi sawah varietas Inpari 6 jete yang diusahakan di kabupaten kupang ?
2.       Berapa besar produktivitas dari varietas tersebut ?
3.       Bagaimana karatarestik dari varietas tersebut ?
4.       Faktor – faktor sosial ekonomi yang mempunyai hubungan dengan persepsinya petani Kabupaten Kupang terhadap padi sawah varietas Inpari 6 Jete?

1.2. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan permasalahan diatas,maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui :
1.       Persepsi petani KabupatenKupang terhadap padi sawah varietas Inpari 6 Jete
2.       Prduktivitas padi sawah Inpari 6 Jete yang diusahakan petani Kabupaten kupang
3.       Karatarestik padi sawah Inpari 6Jete yang diusahakan petani Kabupaten Kupang
4.       Faktor – faktor sosial ekonomi apa yang mempunyai hubungan dengan persepsi petani Kabupaten Kupang terhadap padi sawah varietas Inpari 6 Jete?


Bab II
Landasan Teoritis

2.1. Pengertian Padi Sawah

Padi (oryza sativa) adalah bahan baku pangan pokok yang vital bagi rakyat Indonesia. Menanam padi sawah sudah mendarah daging bagi sebagian besar petani di Indonesia. Mulanya kegiatan ini banyak diusahakan di pulau Jawa. Namun, saat ini hampir seluruh daerah di Indonesia sudah tidak asing lagi dengan kegiatan padi di sawah. Sistem penanaman padi di sawah biasanya didahului oleh pengolahan tanah secara sempurna seraya petani melakukan persemaian. Mula-mula sawah dibajak, pembajakan dapat dilakukan dengan mesin, kerbau atau melalui pencangkulan oleh manusia. Setelah dibajak, tanah dibiarkan selama 2-3 hari. Namun di beberapa tempat, tanah dapat dibiarkan sampai 15 hari. Selanjutnya tanah dilumpurkan dengan cara dibajak lagi untuk kedua kalinya atau bahkan ketiga kalinya 3-5 hari menjelang tanam. Setelah itu bibit hasil semaian ditanam dengan cara pengolahan sawah seperti di atas (yang sering disebut pengolahan tanah sempurna, intensif atau konvensional) banyak kelemahan yang timbul penggunaan air di sawah amatlah boros. Padahal ketersediaan air semakin terbatas. Selain itu pembajakan dan pelumpuran tanah yang biasa dilakukan oleh petani ternyata menyebabkan banyak butir-butir tanah halus dan unsur hara terbawa air irigasi. Hal ini kurang baik dari segi konservasi lingkungan.

2.2. CIRI – CIRI VARIETAS INPARI 6 JETE

                 VARIETAS INPARI 6 JETE termasuk golongan cere indica dengan umur tanaman 118 hari, tinggi tanaman 100 cm, jumlah anakan 15 batang. INPARI 6 memiliki tekstur nasi sangat pulen dengan kadar amilosa 18 %. Potensi produksi varietas INPARI 6 produktivitas 8,60 ton/ha GKG; 12 ton/ ha GKG. Varietas ini tahan rebah, serta tahan terhadap hama wereng batang coklat biotipe 2 dan 3 serta tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III, IV dan strain VIII. Varietas INPARI 6 JETE diiepas berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No. 956/ Kpts/SR.120/7/2008 Tanggal 17 Juli 2008.
Inbrida Padi Rawa (IN PARA) Inbrida Padi Rawa adalah varietas-varietas unggul padi yang baik dibudidayakan pada kondisi lahan rawa, tahan terhadap rendaman, serta daya adaptasi pada kondisi lahan masam.               
2.3. PELAKSANAAN TEKNIS BUDIDAYA PADI SAWAH
2.3.1. Persiapan Lahan Budidaya Padi Sawah
Persiapan lahan dalam budidaya tanaman padi sawah meliputi pembersihan jerami padi atau sisa tanaman lain, pencangkulan pematang sawah untuk memperbaiki pematang-pematang rusak, pemberian kapur pertanian disesuaikan dengan pH tanah, pemberian pupuk kandang yang sudah difermentasi sebanyak 4 ton/ha, pembajakan serta penggaruan tanah. Saat melakukan penggaruan sebaiknya saluran pembuangan air ditutup, agar pupuk yang sudah diberikan tidak hanyut terbawa oleh air
2.3.2. Persiapan Bibit dan Penanaman Padi Sawah
 Membuat persemaian merupakan langkah awal bertanam padi. Pembuatan persemaian memerlukan persiapan sebaik-baiknya, sebab benih di persemaian ini akan menentukan pertumbuhan tanaman padi di sawah, oleh karena itu persemian harus benar-benar mendapat perhatian, agar harapan untuk mendapatkan bibit padi sehat serta subur dapat tercapai. Yang perlu diperhatikan adalah penggunaan benih padi unggul bersertifikat, dengan kebutuhan 25-30 kg/ha. Pilih lokasi persemaian yang tanahnya subur serta intensitas cahaya matahari sempurna. Buat bedengan berukuran lebar 1 m, panjang 4 m, tinggi 20-30 cm. Pada lahan seluas 1 hektar dibutuhkan 4 bedengan. Untuk menghindari serangan hama tikus, sebaiknya tempat persemaian padi dikelilingi pagar plastik. Berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 1 kg untuk 4 bedengan. Benih padi yang telah direndam selama 1 malam siap untuk ditebar. Bibit berumur 18 hari siap untuk pindah tanam. Sebelum ditanam, bibit padi yang telah dicabut direndam dalam larutan insektisida berbahan aktif karbofuran dengan konsentrasi 1 gr/ liter selama 2 jam. Daun bibit dibiarkan utuh, tidak dipotong seperti kebiasaan petani. Saat melakukan penanaman, lahan dalam kondisi macak-macak, tidak perlu tergenang air. Penanaman budidaya padi dilakukan dengan jumlah satu tanaman per titik tanam, menggunakan sistem jajar legowo 2-1, jarak 15 x 25 cm serta lebar barisan legowo 50 cm. Keuntungan cara menanam padi sawah menggunakan sistem ini adalah memberikan ruang cukup untuk pengaturan air serta mengoptimalkan cahaya matahari, pengendalian hama penyakit tanaman padi juga lebih mudah, serta pemupukan   berdaya guna.


2.4. PEMELIHARAAN TANAMAN PADI SAWAH
2.4.1. Penyulaman Budidaya Padi Sawah
Penyulaman budidaya tanaman padi sawah dilakukan sampai tanaman padi berumur 2 minggu. Tanaman padi yang sudah terlalu tua apabila masih terus disulam mengakibatkan pertumbuhan tidak seragam, akan berpengaruh terhadap pemanenan. Sanitasi Lahan dan Pengairan Budidaya Padi Sawah Sanitasi lahan pada budidaya padi sawah meliputi : pengendalian gulma/rumput (penyiangan), pencabutan tanaman padi terserang hama penyakit. Penyiangan dalam budidaya padi dilakukan 2 kali, sebelum pemupukan kedua dan ketiga dengan cara mencabut gulma atau menggunakan alat gosrok/landak. Bila pertumbuhan gulma cukup cepat, maka penyiangan bisa dilakukan 3 kali. Hal utama yang perlu diperhatikan dalam pengairan budidaya padi sawah adalah pengaturan air agar tetap dalam kondisi macak-macak. Tinggi air tidak lebih dari 1 cm. Pengaturan air terus dilakukan sampai 10 hari menjelang panen. Pemupukan Susulan Budidaya Padi Sawah Melakukan pemupukan susulan dalam budidaya padi merupakan salah satu cara menanam padi yang perlu mendapat perhatian serius, karena nutrisi tanaman padi harus tetap tersedia sepanjang masa budidaya padi untuk menghasilkan produksi optimal. Pupuk susulan yang diberikan pada budidaya padi meliputi pupuk akar dan pupuk daun. Pupuk akar diberikan sebanyak 3 kali. Pemupukan pertama dilakukan saat tanaman padi berumur 7 hari setelah tanam (HST) menggunakan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 150 kg/ha, urea sebanyak 50 kg/ha. Pemupukan kedua dilakukan saat tanaman padi berumur 20 HST menggunakan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 150 kg/ha, urea sebanyak 50 kg/ha. Pemupukan ketiga dilakukan saat tanaman padi berumur 35 HST menggunakan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 250 kg/ha. Pupuk daun kandungan nitrogen tinggi dilakukan saat tanaman padi berumur 14 hst, konsentrasi 2 gr/liter, sedangkan pupuk daun kandungan phospat dan kalium tinggi diberikan saat umur 30 hst, 45 hst. Pemupukan phospat dan kalium tinggi menggunakan pupuk MKP dengan konsentrasi 2 gr/liter pada umur 30 hst, konsentrasi 4 gr/liter pada umur 45 hst.





Bab III
Metodologi Penelitian

1.1               Kerangka Berpikir
Padi sawah merupakan komoditi tanaman pangan yang telah lama dibudidayakan di Kabupaten Kupang .Secara sosio kultur agroekologi tanaman ini sangat sesuai dengan keadaan iklim di wilayah NTT, sehinnga muncul beberapa varietas sebagai akibat dari daya adaptasi  terhadap lingkungan setempat.

Ditinjau dari pengguanaan varietas , pemerintah daerah NTT telah banyak mengintroduksi jenis varietas padi sawah yaitu IR 64, Membramo, Inpari10, Inpari 6 jete dan varietas ceherang .dari varietas ini yang paling banyak diusahakan petani Kabupaten Kupang saat ini adalah varietas Inpari 6 jete.adanya kenyataan yang demikian karena petani memiliki persepsi tersendiri terhadap varietas tersebut, baik terhadap daya hasilnya , umur produksi, ketahanan terhadap serangan hama/penyakit, rasa nasinya maupun harga berasnya di pasaran.

Secara umum persepsi seseorang terdahap sesuatu dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu factor penerima, factor situasi,dan factor objek/target.dalam penelitian ini hanya mau melihat bagimana persepsi seorang petani terhadap factor objek/target yaitu padi sawah  vatietas Inpari 6 jete.dasar dari factor penerima ,yaitu penerima yang mau dilihat adalah factor : umur petani, tingkat pendididkan formal dan non formal , jumlah anggota kelurga,luas lahan garapan, pendapatan keluarga , pengalaman petani.








Cara skematis kerangka pemikiran ini dapat dilihat pada gambar 1 berikut .


Rounded Rectangle: Padi Inpari Jete

                                                                                                          














Rounded Rectangle: Faktor Sosial Ekonomi Petani
Rounded Rectangle: Petani Padi Sawah
Rounded Rectangle: Factor Lain

 



                                                                                                                                  



 






Gambar 1. Kerangka Pemikiran Persepsi Petani Terhadap Padi Sawah Varietas Inpari 6 Jete.

1.2               Hipotesis

Factor – factor social ekonomi yang di duga mempunyai hubungan dengan persepsi petani  terhadap padi sawah varietas Inpari 6 jete yang di usahakan di kabupaten kupang adalah umur responden ,tingkat pendididikan forman dan nonformal, pendapatan usaha petani,luas lahan , jumlah tanggungan keluarga dan pengalaman usahatani.

Daftar pustaka

A.W.Van den Ban dan .H.S.Hawkins,1999.Penyuluhan pertanian (edisi terjemahan).penerbit kanisiua ,jokjakarta .

BPS Propinsi NTT,2011.statistik Pertanian NTT .BPS Propinsi NTT,Kupang

http:///luki2blog. Wordpress.com/2008/10/20/Varietas-Padi-Unggul/